Jakarta, 12 September 2025 — SMP Budi Harapan menjadi salah satu sekolah yang menerima bantuan interactive flat panel (IFP) atau layar televisi interaktif dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari program digitalisasi pembelajaran di seluruh Indonesia.
Bantuan ini disambut dengan antusias oleh para guru dan tenaga pendidik di lingkungan SMP Budi Harapan. Perangkat IFP dinilai sangat menunjang kegiatan belajar mengajar karena mampu menghadirkan metode pembelajaran yang lebih interaktif, visual, dan menarik bagi siswa.
Kepala Sekolah: Terima Kasih atas Dukungan Pemerintah
Kepala SMP Budi Harapan, Ary Irfanto, S.E., menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, atas perhatian dan dukungan terhadap kemajuan pendidikan di sekolah-sekolah.
“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah. Kehadiran interactive flat panel ini akan sangat menunjang proses pembelajaran di kelas. Guru bisa menyampaikan materi dengan lebih menarik, dan siswa pun lebih mudah memahami pelajaran karena disertai tampilan visual yang interaktif,” ujar Ary Irfanto, S.E.
Guru: Teknologi Ini Membuka Peluang Pembelajaran yang Lebih Inovatif
Beberapa guru menyampaikan bahwa IFP sangat membantu dalam menyajikan materi pembelajaran yang berbasis multimedia, seperti video, grafik, simulasi interaktif, hingga kuis langsung di layar. Selain itu, IFP juga mendukung kolaborasi dalam kelas karena siswa dapat ikut berinteraksi langsung dengan layar saat presentasi atau diskusi.
“Dengan adanya IFP, pembelajaran tidak lagi terbatas pada papan tulis dan buku. Ini membuka peluang besar bagi kami untuk berinovasi, membuat materi lebih hidup dan menyenangkan,” ungkap Ibu Aulia, guru IPA SMP Budi Harapan.
Menuju Transformasi Digital Pendidikan
Bantuan IFP ini merupakan bagian dari proyek pengadaan nasional dalam rangka mendorong transformasi digital pendidikan, agar sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dapat mengadopsi teknologi pembelajaran modern secara merata.
Dengan adanya sarana seperti IFP, SMP Budi Harapan berharap bisa terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi digital siswa dan guru, serta menciptakan lingkungan belajar yang aktif dan kolaboratif.
“Ini bukan hanya soal alat, tapi soal perubahan cara berpikir dan mengajar. Kami siap bergerak ke arah pendidikan yang lebih maju dan relevan dengan zaman,” tutup Ary Irfanto, S. E.

Beri Komentar